Selasa, 26 Mei 2015

contoh proposal skripsi pendidikan agama islam

www.skripsiutama.blogspot.com
contoh proposal skripsi pendidikan agama islam |
Contoh Proposal Skripsi Pendidikan Karakter
in Pendidikan Karakter, Proposal Skripsi, Tugas Akhir, Tugas Mahasiswa - on 12:30:00 AM
Contoh Proposal Skripsi Pedidikan Karakter
Judul : Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Novel Burlian Karya Tere-Liye dan Relevansinya Dengan Pendidikan Karakter
Oleh : Ihsan Mz., S.Pd.I


A.      Latar Belakang Masalah
contoh proposal skripsi pendidikan agama islam | Pendidikan dalam sejarah peradaban manusia adalah komponen penting yang erat dan tidak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia. Kualitas sebuah bangsa dan peradaban ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ia menjadi bagian penting sebab dengan pendidikan, manusia mampu mengembangkan nalar berpikirnya sekaligus meningkatkan taraf hidup dan kemampuan teknis atau pun non-teknis lainnya.
Peranan pendidikan merupakan hal penting bagi proses peningkatan kemampuan dan daya saing suatu bangsa di mata dunia. Keterbelakangan edukasi seringkali menjadi hambatan serius dalam proses pembangunan masyarakat. Sebaliknya, dengan tingginya kualitas pendidikan suatu negara, maka proses pembangunan masyarakatnya akan berjalan cepat dan signifikan.
Selain itu, pendidikan juga merupakan salah satu sarana terpenting dalam usaha pembangunan sumber daya manusia dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan, yang pada gilirannya akan menciptakan suasana dan tatanan kehidupan masyarakat yang beradab dan berperadaban. (Naquib Al-Attas, 2003: 23).
Dalam sejarah peradaban manusia, lebih khusus lagi sejarah umat Islam, pendidikan merupakan salah satu bahan dasar penanaman nilai-nilai tauhid yang kemudian disusul dengan nilai-nilai lainnya seperti: nilai intelektual, emosional, spiritual, humanisme, dan lain-lain. Salah satu bukti dari upaya penanaman nilai-nilai tersebut di awal dakwah Rasulullah adalah melakukan pertemuan rutin dan terorganisir dengan seluruh sahabat Assâbiqūnal Awwalūn di rumah Al-Arqam bin Abil Arqam bin Asad Al-Mukhzumy, yang berfungsi sebagai wahana  bagi Nabi dalam mengajarkan dasar-dasar atau pokok-pokok agama Islam kepada sahabat-sahabatnya, membacakan wahyu-wahyu (ayat-ayat) Al-Qur’an kepada para pengikutnya, juga merupakan tempat Nabi menerima tamu dan orang-orang yang hendak memeluk agama Islam atau menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan agama Islam. Bahkan disanalah Nabi beribadah (shalat) bersama sahabat-sahabatnya, serta aktifitas-aktifitas dakwah lainnya. Sehingga tempat itu pun dikenal sebagai tempat berlangsungnya pendidikan Islam pertama dalam sejarah pendidian Islam, yang dalam sejarah dikenal dengan sebutan Dârul Arqam. Berangkat dari fakta tersebut, maka Islam menempatkan pendidikan pada tempat yang terhormat dan signifikan dalam membentuk pribadi Muslim yang utuh dan paripurna.
Dalam penerapannya, Islam tidak hanya mendidik dan mengajar para pemeluknya hanya sampai pada tataran transfer of knowledge (transfer ilmu) semata, melainkan lebih dari itu, Islam juga mendorong para pemeluknya agar menjadikan pendidikan sebagai basis transfer of value (transfer nilai), sehingga ilmu yang didapatkan tidak hanya terhenti dalam otak saja, melainkan ilmu itu kemudian ter-internalisasi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Proses penanaman nilai-nilai tidak hanya melalui pendidikan formal atau pun non formal. Namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan mengalami pergeseran paradigma yang selama ini terbatas di kelas dan sekolah namun saat ini, bisa juga terjadi di luar kelas yang menembus sekat-sekat tembok pemisah dengan melalui media pendidikan lain, baik media massa, cetak maupun elektronik. Media elektronik mencakup visual dan audio-visual. Beragamnya model penyajian media telah mengambil peran yang cukup penting dalam dunia pendidikan.
Sumber belajar tidak hanya terbatas hanya melalui pendidik (jenis orang), melainkan terdapat beberapa sumber lainnya. Secara umum, sumber belajar dapat dikategorikan ke dalam 6 jenis: 1) Pesan, yaitu informasi yang harus disalurkan oleh komponen lain berbentuk ide, pengertian, fakta, data. 2) Orang, yaitu seseorang yang menyimpan informasi tidak termasuk yang menjalankan fungsi pengembangan dan pengelolaan sumber belajar. 3) Bahan, sesuatu, bisa disebut software yang mengandung pesan untuk disajikan melalui pemakaian alat. 4) Peralatan, sesuatu, bisa disebut hardware yang menyalurkan pesan untuk disajikan yang ada di dalam software. 5) Teknik/metode, yaitu prosedur yang disiapkan dalam mempergunakan bahan. (Permasih dkk, file .ppt FIP UPI, akses tanggal 22/02/2012)
Dalam kaitannya dengan pendidikan, karya fiksi mempunyai peran yang cukup penting dalam menghantarkan nilai-nilai pendidikan moral, etika dan karakter sampai kepada peserta didik. Cerita yang disajikan baik secara implisit maupun eksplisit selalu menyisipkan pesan moral, pengharapan pada kejujuran, keberanian dalam menghadapi tantangan, dan pesan-pesan lainnya. Pesan-pesan tersebut disisipkan secara halus, sehingga pembaca tidak merasa terganggu.
Novel sebagai media pendidikan termasuk salah satu kategori buku suplemen, buku suplemen dapat berfungsi sebagai bahan pengayaan bagi anak, baik yang berhubungan dengan pelajaran atau pun yang tidak. Buku suplemen dapat menambah bekal kepada anak untuk memantapkan aspek-aspek kepribadiannya. Keberadaan buku suplemen dapat memberikan peluang kepada anak untuk memenuhi minat-minat individual mereka. Melalui buku suplemen yang menarik bagi anak-anak, akan menambah perbendaharaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap baru yang menunjang kemantapan kepribadiannya. Maka dari sini, novel bisa dijadikan sebagai salah satu perantara untuk mengantarkan anak menuju potensi diri yang sesungguhnya, dan sekaligus membentuk bagian-bagian tertentu pada karakter dan kepribadiannya.
Selain uraian di atas, novel juga berfungsi sebagai salah satu sumber hiburan edukatif. Manusia butuh hiburan, dan hal tersebut merupakan fitrahnya. Imam Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Sesungguhnya hati itu bisa bosan seperti badan. Oleh karena itu, carilah segi-segi kebijaksanaan demi kepentingan hati.” Pernah juga ia berkata, “Istirahatkanlah hatimu sekedarnya, sebab hati itu apabila tidak suka bisa buta.” (Ekky Al-Malaky, 2004: 31)
Novel Burlian karya Tere-Liye disajikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat akan makna dan pesan-pesan pendidikan serta moral yang memberikan manfaat nyata dan riil bagi setiap pembacanya. Novel ini mengisahkan tentang seorang anak manusia, Burlian (sebagaimana judul novel ini) yang masa kecilnya dihabiskan dengan bermain, bertualang, ngaji dan aktivitas seputar dunia anak lainnya. Kadang jahil, tapi kadang juga tampil sebagai sosok yang bijak dan penuh perhitungan. Tentu dia pun juga lucu, imut, tapi menggemaskan karena itulah anak-anak. Dalam novel ini, Tere-Liye menggambarkan betapa dunia anak adalah dunia yang sangat indah dan mengesankan.
Secara eksplisit, novel ini menceritakan Burlian, yang dalam keluarganya dikenal sebagai si “anak spesial”, melakonkan perannya sebagai anak yang walaupun dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, tetapi nilai-nilai moral yang ditanamkan dalam keluarganya sangat ketat, kuat, tapi memberikan kesan yang mendalam. Justru sisi inilah yang menjadi salah satu daya tarik novel ini. Sehingga, secara implisit novel ini menyuguhkan bagaimana Mamak (Ibu Burlian dan ketiga saudaranya yang lain) menanamkan dan menerapkan pola pendidikan keluarga yang tegas, disiplin, tapi juga lembut dan penuh kasih sayang. Hal tersebut bisa kita dapatkan dalam beberapa bagian cerita, terutama pada bagian yang diberi judul “Seberapa Besar Cinta Mamak” 1 dan 2. Bahkan dalam salah satu testimoni novel ini, Ratih Sanggarwati, top model era 90-an, penulis sekaligus penceramah mengatakan, “Saya ingin menjadi Ibu seperti Mamak-nya Burlian. Novel ini memotivasi kita untuk bermimpi. Sangat menarik cara Tere menjejali masalah lingkungan. Dia adalah duta lingkungan, meski tanpa lencana”. Oleh sebab itu, tidak salah jika penulis, Tere-Liye, menuliskan pada bagian awal novel ini sebuah kalimat persembahan yang sederhana tapi kuat, “untuk Mamak-ku, wanita #1 dalam hidupku...”. contoh proposal skripsi pendidikan agama islam
www.skripsiutama.blogspot.com